KURSUS PRIVAT TK SURABAYA ADALAH LEMBAGA BIMBINGAN BELAJAR YANG MENAWARKAN JASA LES PRIVAT DAN LES KELAS.
KURSUS PRIVAT TK SURABAYA BERADA DI:
1. JL KEDUNGTARUKAN BARU 4B NO 15
2. JAYA SEDATI REGENCY BLOK L 1A – 1C
KURSUS PRIVAT TK SURABAYA DAPAT DI HUBUNGI MELALUI NO HANDPHONE:
1. FLEKSI : 031 833 14 333
2. MENTARI: 08585 24 555 88
KURSUS PRIVAT TK SURABAYA TELAH BERPENGALAMAN DALAM MENDIDIK SISWA SECARA PRIVAT SELAMA BERTAHUN TAHUN DAN DI JAMIN MEMBERIKAN KUALITAS YANG TERBAIK BAGI SISWA .
KURSUS PRIVAT TK SURABAYA MEMANG UNTUK ANDA.
MEMANG BENAR BENAR ENAK DAN MENYENANGKAN DI KURSUS PRIVAT TK SURABAYA
LES PRIVAT DI SURABAYA SD, LES PRIVAT DI SURABAYA TK, LES PRIVAT DI SURABAYA SMP, LES PRIVAT DI SURABAYA SMA, LES PRIVAT DI SURABAYA MATEMATIKA, LES PRIVAT DI SURABAYA IPA, LES PRIVAT DI SURABAYA KOMPUTER, LES PRIVAT DI SURABAYA BAHASA INGGRIS. LBB SUPRAUNO - 0857 33333 923 - 08 222 666 1656
- HOME
- PROFILE
- VISI MISI
- JARINGAN USAHA
- CONTACT
- ALAMAT
- KURSUS WEBSITE
- LAYANAN
- KURSUS KOMPUTER









Minggu, 28 Agustus 2011
KURSUS PRIVAT SNMPTN SURABAYA
KURSUS PRIVAT SNMPTN SURABAYA ADALAH LEMBAGA BIMBINGAN BELAJAR YANG MENAWARKAN JASA LES PRIVAT DAN LES KELAS.
KURSUS PRIVAT SNMPTN SURABAYA BERADA DI:
1. JL KEDUNGTARUKAN BARU 4B NO 15
2. JAYA SEDATI REGENCY BLOK L 1A – 1C
KURSUS PRIVAT SNMPTN SURABAYA DAPAT DI HUBUNGI MELALUI NO HANDPHONE:
1. FLEKSI : 031 833 14 333
2. MENTARI: 08585 24 555 88
KURSUS PRIVAT SNMPTN SURABAYA TELAH BERPENGALAMAN DALAM MENDIDIK SISWA SECARA PRIVAT SELAMA BERTAHUN TAHUN DAN DI JAMIN MEMBERIKAN KUALITAS YANG TERBAIK BAGI SISWA .
KURSUS PRIVAT SNMPTN SURABAYA MEMANG UNTUK ANDA.
MEMANG BENAR BENAR ENAK DAN MENYENANGKAN DI KURSUS PRIVAT SNMPTN SURABAYA
KURSUS PRIVAT SNMPTN SURABAYA BERADA DI:
1. JL KEDUNGTARUKAN BARU 4B NO 15
2. JAYA SEDATI REGENCY BLOK L 1A – 1C
KURSUS PRIVAT SNMPTN SURABAYA DAPAT DI HUBUNGI MELALUI NO HANDPHONE:
1. FLEKSI : 031 833 14 333
2. MENTARI: 08585 24 555 88
KURSUS PRIVAT SNMPTN SURABAYA TELAH BERPENGALAMAN DALAM MENDIDIK SISWA SECARA PRIVAT SELAMA BERTAHUN TAHUN DAN DI JAMIN MEMBERIKAN KUALITAS YANG TERBAIK BAGI SISWA .
KURSUS PRIVAT SNMPTN SURABAYA MEMANG UNTUK ANDA.
MEMANG BENAR BENAR ENAK DAN MENYENANGKAN DI KURSUS PRIVAT SNMPTN SURABAYA
KURSUS PRIVAT SMA SURABAYA
KURSUS PRIVAT SMA SURABAYA ADALAH LEMBAGA BIMBINGAN BELAJAR YANG MENAWARKAN JASA LES PRIVAT DAN LES KELAS.
KURSUS PRIVAT SMA SURABAYA BERADA DI:
1. JL KEDUNGTARUKAN BARU 4B NO 15
2. JAYA SEDATI REGENCY BLOK L 1A – 1C
KURSUS PRIVAT SMA SURABAYA DAPAT DI HUBUNGI MELALUI NO HANDPHONE:
1. FLEKSI : 031 833 14 333
2. MENTARI: 08585 24 555 88
KURSUS PRIVAT SMA SURABAYA TELAH BERPENGALAMAN DALAM MENDIDIK SISWA SECARA PRIVAT SELAMA BERTAHUN TAHUN DAN DI JAMIN MEMBERIKAN KUALITAS YANG TERBAIK BAGI SISWA .
KURSUS PRIVAT SMA SURABAYA MEMANG UNTUK ANDA.
MEMANG BENAR BENAR ENAK DAN MENYENANGKAN DI KURSUS PRIVAT SMA SURABAYA
KURSUS PRIVAT SMA SURABAYA BERADA DI:
1. JL KEDUNGTARUKAN BARU 4B NO 15
2. JAYA SEDATI REGENCY BLOK L 1A – 1C
KURSUS PRIVAT SMA SURABAYA DAPAT DI HUBUNGI MELALUI NO HANDPHONE:
1. FLEKSI : 031 833 14 333
2. MENTARI: 08585 24 555 88
KURSUS PRIVAT SMA SURABAYA TELAH BERPENGALAMAN DALAM MENDIDIK SISWA SECARA PRIVAT SELAMA BERTAHUN TAHUN DAN DI JAMIN MEMBERIKAN KUALITAS YANG TERBAIK BAGI SISWA .
KURSUS PRIVAT SMA SURABAYA MEMANG UNTUK ANDA.
MEMANG BENAR BENAR ENAK DAN MENYENANGKAN DI KURSUS PRIVAT SMA SURABAYA
KURSUS PRIVAT SMP SURABAYA
KURSUS PRIVAT SMP SURABAYA ADALAH LEMBAGA BIMBINGAN BELAJAR YANG MENAWARKAN JASA LES PRIVAT DAN LES KELAS.
KURSUS PRIVAT SMP SURABAYA BERADA DI:
1. JL KEDUNGTARUKAN BARU 4B NO 15
2. JAYA SEDATI REGENCY BLOK L 1A – 1C
KURSUS PRIVAT SMP SURABAYA DAPAT DI HUBUNGI MELALUI NO HANDPHONE:
1. FLEKSI : 031 833 14 333
2. MENTARI: 08585 24 555 88
KURSUS PRIVAT SMP SURABAYA TELAH BERPENGALAMAN DALAM MENDIDIK SISWA SECARA PRIVAT SELAMA BERTAHUN TAHUN DAN DI JAMIN MEMBERIKAN KUALITAS YANG TERBAIK BAGI SISWA .
KURSUS PRIVAT SMP SURABAYA MEMANG UNTUK ANDA.
MEMANG BENAR BENAR ENAK DAN MENYENANGKAN DI KURSUS PRIVAT SMP SURABAYA
KURSUS PRIVAT SMP SURABAYA BERADA DI:
1. JL KEDUNGTARUKAN BARU 4B NO 15
2. JAYA SEDATI REGENCY BLOK L 1A – 1C
KURSUS PRIVAT SMP SURABAYA DAPAT DI HUBUNGI MELALUI NO HANDPHONE:
1. FLEKSI : 031 833 14 333
2. MENTARI: 08585 24 555 88
KURSUS PRIVAT SMP SURABAYA TELAH BERPENGALAMAN DALAM MENDIDIK SISWA SECARA PRIVAT SELAMA BERTAHUN TAHUN DAN DI JAMIN MEMBERIKAN KUALITAS YANG TERBAIK BAGI SISWA .
KURSUS PRIVAT SMP SURABAYA MEMANG UNTUK ANDA.
MEMANG BENAR BENAR ENAK DAN MENYENANGKAN DI KURSUS PRIVAT SMP SURABAYA
KURSUS PRIVAT SD SURABAYA
KURSUS PRIVAT SD SURABAYA ADALAH LEMBAGA BIMBINGAN BELAJAR YANG MENAWARKAN JASA LES PRIVAT DAN LES KELAS.
KURSUS PRIVAT SD SURABAYA BERADA DI:
1. JL KEDUNGTARUKAN BARU 4B NO 15
2. JAYA SEDATI REGENCY BLOK L 1A – 1C
KURSUS PRIVAT SD SURABAYA DAPAT DI HUBUNGI MELALUI NO HANDPHONE:
1. FLEKSI : 031 833 14 333
2. MENTARI: 08585 24 555 88
KURSUS PRIVAT SD SURABAYA TELAH BERPENGALAMAN DALAM MENDIDIK SISWA SECARA PRIVAT SELAMA BERTAHUN TAHUN DAN DI JAMIN MEMBERIKAN KUALITAS YANG TERBAIK BAGI SISWA .
KURSUS PRIVAT SD SURABAYA MEMANG UNTUK ANDA.
MEMANG BENAR BENAR ENAK DAN MENYENANGKAN DI KURSUS PRIVAT SD SURABAYA
KURSUS PRIVAT SD SURABAYA BERADA DI:
1. JL KEDUNGTARUKAN BARU 4B NO 15
2. JAYA SEDATI REGENCY BLOK L 1A – 1C
KURSUS PRIVAT SD SURABAYA DAPAT DI HUBUNGI MELALUI NO HANDPHONE:
1. FLEKSI : 031 833 14 333
2. MENTARI: 08585 24 555 88
KURSUS PRIVAT SD SURABAYA TELAH BERPENGALAMAN DALAM MENDIDIK SISWA SECARA PRIVAT SELAMA BERTAHUN TAHUN DAN DI JAMIN MEMBERIKAN KUALITAS YANG TERBAIK BAGI SISWA .
KURSUS PRIVAT SD SURABAYA MEMANG UNTUK ANDA.
MEMANG BENAR BENAR ENAK DAN MENYENANGKAN DI KURSUS PRIVAT SD SURABAYA
Sabtu, 27 Agustus 2011
Semua Kebutuhan Lebaran Dilaporkan Siap
DI depan Presiden, para menteri yang bertanggung jawab menangani lebaran melaporkan bahwa semua persiapan sudah dilakukan dengan baik. Otomatis kita membayangkan tidak akan ada masalah yang dihadapi masyarakat dalam mempersiapkan lebaran.
Hanya saja laporan di atas kertas harus tetap dicek di lapangan. Sering apa yang disampaikan di dalam rapat berbeda jauh dengan kenyataannya di lapangan. Pada Hari-H semua tetap saja kedodoran.
Untuk itu tepatlah apa yang dilakukan Presiden dengan meninjau langsung di lapangan. Presiden bisa membandingkan apakah laporan yang disampaikan para menteri sesuai dengan kenyataan sesungguhnya.
Persoalan yang kita hadapi seringkali berkaitan dengan sense of detail. Kita terbiasa untuk melihat yang besar-besar dan kurang saksama untuk melihat hal-hal yang kecil.
Hal yang tidak boleh kita anggap enteng adalah jumlah pemudik. Diperkirakan tahun ini jumlah orang yang akan bepergian untuk pulang kampung akan mencapai 8 juta orang. Tidak terbayangkan sarana transportasi yang dibutuhkan untuk mengangkut jumlah orang sebanyak itu.
Kunci keberhasilan untuk mengangkut warga sebanyak itu bukan hanya ditentukan oleh jumlah sarana transportasi, tetapi juga daya dukung jalan. Yang terakhir ini yang seringkali menjadi masalah karena perbaikan jalan-jalan tidak sesuai dengan jadwal yang seharusnya.
Salah satu contoh perbaikan jalan yang tidak sesuai rencana adalah pembangunan jalan tembus Nagrek di Jawa Barat. Padahal jalur itu merupakan salah satu kunci kemacetan bagi mereka yang hendak keluar Bandung.
Hingga seminggu sebelum lebaran beberapa jalur di Pantai Utara Jawa masih terus dibenahi. Kita tahu bahwa itu adalah jalur kunci bagi perjalanan mudik kebanyakan masyarakat.
Manajemen mudik memang merupakan tantangan yang harus kita pecahkan. Dibutuhkan seorang manajer yang bukan hanya cerdas, tetapi mau bekerja dengan hati. Bahkan saat-saat lebaran seperti sekarang, ia harus mau melepaskan kepentingan pribadinya.
Sampai saat ini belum ada orang yang mampu menangani persoalan mudik dengan mulus. Apalagi ketika ia harus mengkoordinasi kerja dari banyak kementerian yang terlibat dalam urusan penanganan lebaran.
Belum lagi jika kita soal keamanan para pemudik. Hari-hari ini kita sering melihat orang yang menjadi korban kejahatan di atas angkutan. Bagaimana orang yang ingin pulang lebaran kehilangan harta bendanya karena mengalami pembiusan.
Petugas keamanan belum bisa menemukan cara untuk menghindarkan masyarakat dari kejahatan. Meski peringatan sudah begitu gencar disampaikan, tetapi tetap saja banyak warga yang menjadi korban.
Kita harus berupaya lebih keras mencari cara mengamankan masyarakat. Karena harta benda yang hilang merupakan hasil kerja keras dari anggota masyarakat. Kalau bisa selamat dibawa sampai ke daerah, maka itu akan menjadi penggerak ekonomi yang bermanfaat.
Kita berharap agar harga-harga kebutuhan pokok bisa terkendali menjelang lebaran ini. Meski ini kesempatan bagi pedagang kecil untuk menikmati keuntungan, janganlah sampai terlalu membebani masyarakat.
Akhirnya kita berharap lebaran benar-benar bisa memberi kebahagiaan bagi seluruh warga. Tentunya kita harus berusaha agar penanganan lebaran bisa semakin baik lagi. Ada pembelajaran yang bisa membuat kita lebih cerdas dalam menangani lebaran.
Apalagi kegiatan ini merupakan kegiatan yang ritual setiap tahun. Kita akan menghadapi lebaran yang sama tahun depan dan tantangan yang harus dijawab sebenarnya tidak pernah berbeda.
sumber: metronews
Hanya saja laporan di atas kertas harus tetap dicek di lapangan. Sering apa yang disampaikan di dalam rapat berbeda jauh dengan kenyataannya di lapangan. Pada Hari-H semua tetap saja kedodoran.
Untuk itu tepatlah apa yang dilakukan Presiden dengan meninjau langsung di lapangan. Presiden bisa membandingkan apakah laporan yang disampaikan para menteri sesuai dengan kenyataan sesungguhnya.
Persoalan yang kita hadapi seringkali berkaitan dengan sense of detail. Kita terbiasa untuk melihat yang besar-besar dan kurang saksama untuk melihat hal-hal yang kecil.
Hal yang tidak boleh kita anggap enteng adalah jumlah pemudik. Diperkirakan tahun ini jumlah orang yang akan bepergian untuk pulang kampung akan mencapai 8 juta orang. Tidak terbayangkan sarana transportasi yang dibutuhkan untuk mengangkut jumlah orang sebanyak itu.
Kunci keberhasilan untuk mengangkut warga sebanyak itu bukan hanya ditentukan oleh jumlah sarana transportasi, tetapi juga daya dukung jalan. Yang terakhir ini yang seringkali menjadi masalah karena perbaikan jalan-jalan tidak sesuai dengan jadwal yang seharusnya.
Salah satu contoh perbaikan jalan yang tidak sesuai rencana adalah pembangunan jalan tembus Nagrek di Jawa Barat. Padahal jalur itu merupakan salah satu kunci kemacetan bagi mereka yang hendak keluar Bandung.
Hingga seminggu sebelum lebaran beberapa jalur di Pantai Utara Jawa masih terus dibenahi. Kita tahu bahwa itu adalah jalur kunci bagi perjalanan mudik kebanyakan masyarakat.
Manajemen mudik memang merupakan tantangan yang harus kita pecahkan. Dibutuhkan seorang manajer yang bukan hanya cerdas, tetapi mau bekerja dengan hati. Bahkan saat-saat lebaran seperti sekarang, ia harus mau melepaskan kepentingan pribadinya.
Sampai saat ini belum ada orang yang mampu menangani persoalan mudik dengan mulus. Apalagi ketika ia harus mengkoordinasi kerja dari banyak kementerian yang terlibat dalam urusan penanganan lebaran.
Belum lagi jika kita soal keamanan para pemudik. Hari-hari ini kita sering melihat orang yang menjadi korban kejahatan di atas angkutan. Bagaimana orang yang ingin pulang lebaran kehilangan harta bendanya karena mengalami pembiusan.
Petugas keamanan belum bisa menemukan cara untuk menghindarkan masyarakat dari kejahatan. Meski peringatan sudah begitu gencar disampaikan, tetapi tetap saja banyak warga yang menjadi korban.
Kita harus berupaya lebih keras mencari cara mengamankan masyarakat. Karena harta benda yang hilang merupakan hasil kerja keras dari anggota masyarakat. Kalau bisa selamat dibawa sampai ke daerah, maka itu akan menjadi penggerak ekonomi yang bermanfaat.
Kita berharap agar harga-harga kebutuhan pokok bisa terkendali menjelang lebaran ini. Meski ini kesempatan bagi pedagang kecil untuk menikmati keuntungan, janganlah sampai terlalu membebani masyarakat.
Akhirnya kita berharap lebaran benar-benar bisa memberi kebahagiaan bagi seluruh warga. Tentunya kita harus berusaha agar penanganan lebaran bisa semakin baik lagi. Ada pembelajaran yang bisa membuat kita lebih cerdas dalam menangani lebaran.
Apalagi kegiatan ini merupakan kegiatan yang ritual setiap tahun. Kita akan menghadapi lebaran yang sama tahun depan dan tantangan yang harus dijawab sebenarnya tidak pernah berbeda.
sumber: metronews
Petani Mengeluhkan Biaya Pendidikan
MENARIK dialog yang terjadi antara Presiden dan petani di Cilacap, Jawa Tengah. Petani mengeluhkan mahalnya biaya pendidikan, padahal mereka sangat menginginkan agar anak-anak mereka mendapat kesempatan untuk mengecap bangku pendidikan yang lebih tinggi.
Petani menjadi sosok yang menarik untuk kita perhatikan, karena lebih 60 persen penduduk negeri ini hidup dari sektor pertanian. Kalau mereka gagal untuk bisa memajukan anak-anak mereka, maka semakin jauh perjalanan kita untuk menjadi bangsa yang maju.
Oleh karena itu negara seharusnya memberi perhatian kepada keluarga petani. Jangan hanya sekadar berpura-pura peduli, tetapi sebenarnya membiarkan para petani untuk bertahan menghadapi kerasnya kehidupan.
Kepada Presiden, para petani mengharapkan agar bantuan operasional sekolah diberikan juga hingga tingkat sekolah menengah pertama dan sekolah menengah atas. Terutama untuk SMP seharusnya pemerintah memberikan karena program wajib belajar sembilan tahun artinya sampai selesai SMP.
Jauh lebih bermanfaat apabila 20 persen Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara dipakai untuk kepentingan langsung pendidikan anak-anak kita. Daripada dikorupsi oleh orang seperti mantan Bendahara Umum Partai Demokrat, Muhammad Nazaruddin misalnya, jauh lebih baik dipakai untuk meningkatkan kualitas anak-anak Indonesia.
Kita seharusnya prihatian bahwa setelah 66 tahun kita merdeka, masih 50 persen penduduk ini pendidikannya hanya tingkat sekolah dasar atau lebih rendah lagi. Ketika kita sudah bersepakat untuk menyisihkan 20 persen anggaran untuk pendidikan, lebih banyak dihambur-hamburkan untuk kepentingan yang tidak mendesak.
Seorang menteri bahkan sampai berkelakar bahwa saking bingungnya Kementerian Pendidikan Nasional untuk menghabiskan anggaran yang lebih banyak dilakukan membuat seminar atau penataran. Hasilnya adalah kita bisa mendapatkan tas atau peralatan seminar yang dibagikan kepada para peserta.
Tantangan yang kita hadapi dalam bidang pendidikan adalah bagaimana menyiapkan sistem pendidikan yang lebih baik. Bagaimana kita berorientasi untuk memberi kesempatan kepada seluruh warga untuk bisa mengecap pendidikan yang lebih baik.
Kita seringkali terjebak kepada pemahaman bahwa kemampuan ekonomi masyarakat lebih baik. Kita tidak menutup mata bahwa jumlah kelas menengah kita memang meningkat. Namun kelompok masyarakat miskin jumlahnya masih sekitar 43 persen.
Kebanyakan dari 43 persen masyarakat yang miskin itu adalah keluarga petani. Tanpa ada keberpihakan yang nyata kepada mereka, maka petani akan semakin tertinggal. Ketika anak-anak mereka tidak mendapat kesempatan untuk mendapat pendidikan yang lebih baik, maka keluarga petani akan semakin tertinggal lagi.
Pada masa Orde Baru, keberpihakan kepada petani sangatlah terasa. Pemerintah memberi perhatian bukan hanya untuk merangsang peningkatan produksi, tetapi memberi kesempatan kepada keluarga petani untuk bisa menyekolahkan anaknya sampai jenjang tertinggi.
Banyak menteri yang berasal dari keluarga petani. Salah satunya adalah Prof. Rokhmin Dahuri yang menjadi Menteri Kelautan dan Perikanan di zaman Presiden Megawati Soekarnoputri. Rokhmin selalu mengatakan bahwa ia adalah anak nelayan yang beruntung mendapat kesempatan untuk bisa sekolah sampai tingkat doktor.
Semua itu bisa terjadi karena pendapatan petani secara rata-rata jauh lebih baik ketika itu. Nilai tukar petani masih dalam kondisi yang pantas. Apalagi perguruan tinggi belum menjadi badan hukum, sehingga masih terjangkau oleh keluarga-keluarga yang miskin.
Ironis jika ketika APBN sudah meningkat berlipat kali dan bahkan 20 persennya anggaran diperuntukkan bagi pendidikan, justru banyak orang yang semakin tidak mampu menyekolahkan anaknya. Seperti keluhan yang disampaikan petani di Cilacap kepada Presiden.
Inilah yang seharusnya menjadi bahan introspeksi kita. Pasti ada yang salah dalam konsep pembangunan bangsa ini, ketika masih begitu banyak warga bangsa ini yang tidak terdidik. Padahal kita sedang hidup dalam era yang serba terbuka, di mana bangsa yang lebih siap membangun manusianya yang akan memenangi globalisasi.
sumber: okezone
Petani menjadi sosok yang menarik untuk kita perhatikan, karena lebih 60 persen penduduk negeri ini hidup dari sektor pertanian. Kalau mereka gagal untuk bisa memajukan anak-anak mereka, maka semakin jauh perjalanan kita untuk menjadi bangsa yang maju.
Oleh karena itu negara seharusnya memberi perhatian kepada keluarga petani. Jangan hanya sekadar berpura-pura peduli, tetapi sebenarnya membiarkan para petani untuk bertahan menghadapi kerasnya kehidupan.
Kepada Presiden, para petani mengharapkan agar bantuan operasional sekolah diberikan juga hingga tingkat sekolah menengah pertama dan sekolah menengah atas. Terutama untuk SMP seharusnya pemerintah memberikan karena program wajib belajar sembilan tahun artinya sampai selesai SMP.
Jauh lebih bermanfaat apabila 20 persen Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara dipakai untuk kepentingan langsung pendidikan anak-anak kita. Daripada dikorupsi oleh orang seperti mantan Bendahara Umum Partai Demokrat, Muhammad Nazaruddin misalnya, jauh lebih baik dipakai untuk meningkatkan kualitas anak-anak Indonesia.
Kita seharusnya prihatian bahwa setelah 66 tahun kita merdeka, masih 50 persen penduduk ini pendidikannya hanya tingkat sekolah dasar atau lebih rendah lagi. Ketika kita sudah bersepakat untuk menyisihkan 20 persen anggaran untuk pendidikan, lebih banyak dihambur-hamburkan untuk kepentingan yang tidak mendesak.
Seorang menteri bahkan sampai berkelakar bahwa saking bingungnya Kementerian Pendidikan Nasional untuk menghabiskan anggaran yang lebih banyak dilakukan membuat seminar atau penataran. Hasilnya adalah kita bisa mendapatkan tas atau peralatan seminar yang dibagikan kepada para peserta.
Tantangan yang kita hadapi dalam bidang pendidikan adalah bagaimana menyiapkan sistem pendidikan yang lebih baik. Bagaimana kita berorientasi untuk memberi kesempatan kepada seluruh warga untuk bisa mengecap pendidikan yang lebih baik.
Kita seringkali terjebak kepada pemahaman bahwa kemampuan ekonomi masyarakat lebih baik. Kita tidak menutup mata bahwa jumlah kelas menengah kita memang meningkat. Namun kelompok masyarakat miskin jumlahnya masih sekitar 43 persen.
Kebanyakan dari 43 persen masyarakat yang miskin itu adalah keluarga petani. Tanpa ada keberpihakan yang nyata kepada mereka, maka petani akan semakin tertinggal. Ketika anak-anak mereka tidak mendapat kesempatan untuk mendapat pendidikan yang lebih baik, maka keluarga petani akan semakin tertinggal lagi.
Pada masa Orde Baru, keberpihakan kepada petani sangatlah terasa. Pemerintah memberi perhatian bukan hanya untuk merangsang peningkatan produksi, tetapi memberi kesempatan kepada keluarga petani untuk bisa menyekolahkan anaknya sampai jenjang tertinggi.
Banyak menteri yang berasal dari keluarga petani. Salah satunya adalah Prof. Rokhmin Dahuri yang menjadi Menteri Kelautan dan Perikanan di zaman Presiden Megawati Soekarnoputri. Rokhmin selalu mengatakan bahwa ia adalah anak nelayan yang beruntung mendapat kesempatan untuk bisa sekolah sampai tingkat doktor.
Semua itu bisa terjadi karena pendapatan petani secara rata-rata jauh lebih baik ketika itu. Nilai tukar petani masih dalam kondisi yang pantas. Apalagi perguruan tinggi belum menjadi badan hukum, sehingga masih terjangkau oleh keluarga-keluarga yang miskin.
Ironis jika ketika APBN sudah meningkat berlipat kali dan bahkan 20 persennya anggaran diperuntukkan bagi pendidikan, justru banyak orang yang semakin tidak mampu menyekolahkan anaknya. Seperti keluhan yang disampaikan petani di Cilacap kepada Presiden.
Inilah yang seharusnya menjadi bahan introspeksi kita. Pasti ada yang salah dalam konsep pembangunan bangsa ini, ketika masih begitu banyak warga bangsa ini yang tidak terdidik. Padahal kita sedang hidup dalam era yang serba terbuka, di mana bangsa yang lebih siap membangun manusianya yang akan memenangi globalisasi.
sumber: okezone
Langganan:
Postingan (Atom)